Rabu, 15 Oktober 2008

advertorial 2

Mapan Bersama Indomie

Menjadi mapan dapat diraih dengan hanya berdagang mi rebus. Sejumlah pedagang mi rebus yang telah puluhan tahun bermitra dengan Indomie menjadi buktinya. Mereka mendapat laba tinggi dan kehidupannya berubah lebih baik. Dengan modal relatif kecil, berjualan Indomie menjadi alternatif usaha yang menjanjikan. Terutama di masa sulit seperti sekarang.

Saat ini, jumlah pedagang Indomie rebus di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) mencapai 6.500 orang. Boleh dikatakan, kini sebagian besar penjual itu tinggal memetik untung. Nedi, misalnya. "Alhamdulillah saya sudah mengelola tujuh warung dan menampung 40 tenaga kerja," kata pria yang telah berjualan Indomie rebus selama 20 tahun itu.

Kesuksesan serupa diraih Haji Qomar. Menurut dia, penghasilan dari berjualan Indomie tak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi juga lainnya. "Saya bisa menyekolahkan anak. Sekarang sudah dua yang menjadi sarjana," ungkap Qomar, bangga. Dia menambahkan, pihak perusahaan telah membahagiakan mitra usahanya dan telah mensejahterakan para pedagang.

Pun demikian dengan Haji Udin. Dari keuntungan berjualan Indomie rebus, dia beserta istri bisa menunaikan ibadah haji pada 2002. "Alhamdulillah kehidupan saya sudah sejahtera dan juga telah mempunyai tiga cabang," ujar Udin. Dia mengungkapkan, tertarik berdagang Indomie rebus karena bisa divariasi dan rasanya lain daripada mi instan yang lainnya.

Lebih dari 30 tahun Indomie menjadi brand makanan favorit masyarakat yang tak mengenal usia dan batas geografis. Dengan kandungan gizi lengkap mulai protein, vitamin A, B1, B12, zat besi, dan kalsium, makanan ini sangat cocok dikonsumsi kapan pun.

Lezatnya Indomie ini telah dirasakan sejumlah orang. Alvian, umpamanya. "Indomie itu rasanya top banget dan yang pasti sesuai dengan lidah orang Indonesia," kata dia. Demikian juga dengan Lisa. "Pokoknya kalau kita makan mi pilihnya cuma Indomie, nggak ada yang lain," ucap perempuan berambut panjang itu.

Sejauh ini, Indofood mendukung mereka yang bertekad untuk meningkatkan taraf kehidupan yang lebih layak lagi. Manajemen Indofood telah melaksanakan program bagi para pedagang yang dirancang secara bergantian setiap tahun. Antara lain "Ceria Kaki Lima" dan beasiswa bagi anak-anak para pedagang Indomie rebus yang berprestasi.

Tak hanya itu. Perhatian Indofood juga ditunjukkan dengan menfasilitasi para pedagang Indomie rebus untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Lebaran kali ini adalah kali ke-12 manajemen Indofood melaksanakan mudik bareng. Sebanyak 145 bus disiapkan pihak perusahaan untuk memberangkatkan sekitar 7.831 orang.(JUM/Tim Usaha Anda)

Tidak ada komentar: